Langsung ke konten utama

RUTE CERDAS, Jalan Memaknai Kebahagiaan


Berbahagialah dengan berbagi”

Kalimat di atas merupakan jargo
n dari kehidupan saya sejak saya kuliah semester 5. Kala itu saya mengenal kegiatan relawan pendidikan dari teman saya yang menjadi relawan di Rumah Baca Bakau. Lalu saya mecoba mengikuti kegiatannya, ternyata berbagi waktu dan berbagi pengetahuan bersama anak-anak sangat menyenangkan. Sejak saat itulah saya mencintai dan menyelami lebih dalam dunia anak-anak.

Kemudian saya mengenal Pak Ismail yang juga pendiri dari Rumah Baca Bakau dan juga Padepokan Iqro. Saya pun menjadi relawan di Padepokan Iqro, karena jarak rumah yang lebih dekat. Selam dua tahun saya banyak belajar dari beliau lewat kegiatan dan progam Padepokan Iqro. Setelah saya melihat dampak yang diberikan sangat luar biasa, saya pun meminta izin untuk membangun sebuah komunitas literasi yang diberi nama dengan Rute Cerdas.

Kegiatan Rute Cerdas pertama kali dimulai pada tanggal 01 September tahun 2019 di Pondok depan rumah Uwak saya. Hampir dua tahun kegiatan Rute Cerdas terlaksana di pondok tersebut. Nama Rute Cerdas diberikan nama oleh seorang penulis asal Medan, yaitu Dani Sukma Agus Setiawan yang juga menjadi pembimbing saya di komunitas. Nama Rute Cerdas merupakan singkatan dari Ruang Literasi Ceria Desa Sugiharjo.

Alasan saya mendirikan Rute Cerdas karena saya ingin memberikan ruang belajar kepada anak dengan cara yang menyenangkan. Saya sangat meyakini bahwa kegiatan yang dilakukan secara menyenangkan dapat memberikan semangat belajar dan memahami sebuah hal yang baru dengan mudah, sehingga karakter anak dapat terbentuk menjadi lebih baik. Selain itu, Rute Cerdas juga menjadi ruang untuk berekspresi, berkreasi, dan juga ruang bermain.

Hal yang paling dasar dari berdirinya Rute Cerdas adalah saya tidak ingin anak-anak di sekitaran rumah saya punya pengalaman yang buruk semasa belajar, lambat mengetahui bakatnya apa, dan juga lambat memutuskan mau jadi apa. Meski pun keinginannya akan berubah di masa depan nanti, setidaknya anak memiliki pengalaman belajar yang menyenang di masa kecilnya. Sehingga ia punya cerita yang indah pada masa kecilnya.

 Anak-anak di sekitaran rumah saya punya sesuatu hal yang besar dari kemampuannya. Namun, belum ada tempat yang mampu mengarahkan dirinya, dan mengembangkan bakatnya. Makanya saya ingin Rute Cerdas ini hadir sebagai tempat untuk mengembangkan diri anak-anak. Setidaknya anak-anak punya modal kepercayaan diri dalam menampilkan dirinya, dan mengambil peran di lingkungan sekolah atau di masyarkat.

Program rutin yang saya lakukan di Rute Cerdas adalah kegiatan membaca buku, bermain, mengerjakan PR bareng, magic sains, kreasi, bercerita dan berpuisi. Rangakain kegiatan itu menjadi aktvitas rutin yang dilakukan bersama-sama anak. Alhamdulillah kegiatan tersebut membuat anak-anak senang belajar di Rute Cerdas. Selain itu juga saya membuat program yang namanya Teman Baru. Jadi, saya mengundang teman-teman saya untuk berbagi pengetahuan bersama anak-anak. Tujuannya adalah bahwa anak bisa berteman dan belajar dengan siapa aja, tidak hanya belajar dengan guru di sekolah. Sehingga anak bisa memahami bahwa banyak orang yang sukses di luar desa.

 


Latihan Percaya Diri

Melatih percaya diri kepada anak sangatlah penting, karena lewat rasa percaya diri yang tinggi anak bisa berekplorasi dari apa yang ia pikir dan juga melatih kemampuan dalam dirinya. Saya memiliki kemampuan dibidang membaca puisi dan juga bercerita, sehingga saya melatih anak-anak membaca puisi dan bercerita.

Lewat bercerita, ternyata anak-anak memiliki imajinasi yang luar biasa. Kala itu saya pernah melatih anak-anak belajar bercerita dengan metode menghidupkan sepasang benda mati. Lalu, mereka memilih benda mati seperti sandal, pulpen, buku, batu, dan dedaunan kering. Lalu saya ajak mereka untuk beri nama setiap benda yang mereka pilih, dan nama tersebut disesuaikan dengan karakter yang mereka ciptakan.

Setelah saya mengajak anak-anak untuk bercerita dengan tokoh yang sudah ditentukan oleh mereka sendiri. Ternyata anak-anak bisa bercerita secara bebas. Melihat hal itu saya sangat bahagia, ternyata dengan metode sederhana seperti ini, anak-anak mudah terpancing untuk mengungkapkan apa yang mereka pikirkan secara bebas.

Ada satu anak yang bernama Khairunnisa, yang biasa dipanggil dengan Nisa. Anaknya tidak banyak berbicara. Tapi, ia suka menggambar. Pada saat saya menyuruh anak-anak menggambar secara bebas, kemudian dari hasil gambar tersebut anak-anak akan bercerita dengan menggunakan media gambar yang mereka buat sendiri. Ternyata, hasil gambar dari Nisa berbeda dengan gambar teman lainnya. Ia membuat gambar seorang anak perempuan yang bernama Hanna dan Barby. Kemudian ia pun beranikan diri bercerita kepada teman-temannya tentang Hanna dan Barby, seorang kakak beradik yang selalu ceria, kompak, dan saling membantu. Seperti itulah cerita singkat yang disampaikan oleh Nisa. Anak-anak mendengar cerita dari Nisa sangat senang. 

Saya sangat senang sekali melihat Nisa berani untuk berbicara di depan teman-temannya. Sampai ibunya saja tidak tahu bahwa anaknya memiliki bakat yang luar biasa. Akhirnya, ibunya pun selalu mendukung anaknya setap kali mengikuti kegiatan bersama saya di Rute Cerdas. Tidak hanya Ibu Nisa yang mendukung kegiatan yang saya laksanakan, tetapi orang tua dari anak-anak yang belajar di Rute Cerdas sangat mendukung. Hal itu dibuktikan dari salah satu orang tua yang membuatkan dua meja untuk anak-anak belajar, karena ia melihat anak-anak menulis di lantai.

Ketika ada acara Isra’ Mikraj di Desa Sugiharjo, saya meminta kepada panitianya untuk menampilkan pertunjukan puisi dari anak-anak Rute Cerdas. Alhamdulillah disetujui, dan anak-anak pun mau dan bersemangat untuk tampil. Akhirnya kami pun latihan selama 2 minggu. Saat tampil, Nisa, Khanza, Alya, Abi, Rahma, dan Husna memberikan penampilan yang sangat luar biasa, mereka sangat menghayati setiap bait puisi yang mereka bacakan. Masyarakat yang melihat memberikan tepuk tangan atas tampilan mereka. Anak-anak pun merasa senang setelah berikan tampilan yang terbaik, sehingga mereka pun ingin lagi baca puisi lagi.

Kemudian, ada cerita yang buat saya terkesan dari penampilan anak tersebut. Salah satu ibu dari anak didik saya belum pernah mengikuti kegiatan keagamaan di Desa. Akhirnya dia mau hadir dalam kegiatan Isra Mikraj, karena ada anaknya yang tampil baca puisi. Dari situ hari saya sangat merasa senang, ternyata melalui kegiatan ini dapat berikan perubahan baik dari masyarakat.

Lewat jalan puisi juga, ada beberapa anak yang saya didik dan latih bisa menjadi juara dalam lomba baca puisi, dan juga memiliki buku antologi puisi bersama. Dari hasil itu, ada salah satu anak didik saya juga bisa masuk di SMA N 1 Galang dengan melampirkan sertfikat yang Ia miliki dari kegiatan yang pernah Ia ikuti. Rasanya sangat bahagia sekali, anak-anak yang belajar bersama saya sudah mencapai apa yang mereka inginkan selama ini. Makanya saya sangat ingin sekali, Rute Cerdas dapat terus berdaya dan berdampak bagi masyarakat.

 

Membangun Kembali Rute Cerdas

Tahun 2021 ada pendaftaran relawan Sekolah Literasi Indonesia dari Dhompet Dhuafa Pendidika. Alhamdulillah saya lulus menjadi relawan Sekolah Literasi Indonesia Angkatan 4. Saya dikontrak selama satu tahun. Akhirnya, dengan terpaksa saya harus memutuskan untuk berhentikan sementara kegiatan Rute Cerdas. Sebab, saya harus belajar kembali tentang literasi secara mendalam di Tanah Jawa, agar saya memiliki pengetahuan yang lebih luas tentang literasi. Walau ada rasa sedih karena harus memberhentikan kegiatan Rute Cerdas, tapi saya tetap bertekad setelah pulang nanti membangun kembali Rute Cerdas.

Setelah setahun lebih menjadi relawan Sekolah Literasi Indonesia, Alhamdulillah tugas saya selesai. Saya pun pulang ke kampung halaman saya. Pada awal tahun 2023 saya kembali melakukan aktivitas Rute Cerdas. Namun kegiatan yang saya lakukan di teras rumah saja. Sebab pondok yang sering saya pakai sudah rubuh. Tidak mengapa, tapi aktivitas yang saya lakukan Alhamdulillah masih dirindukan oleh anak-anak. Anak-anak yang ikut berkegiatan bersama saya juga baru, karena anak-anak yang dulu sudah SMA, dan juga kuliah.

Kegiatan yang saya lakukan hanya dua minggu sekali saja setiap minggunya. Karena saya bekerja dan relawannya belum ada. Selain itu Rute Cerdas juga belum punya ruang tetap. Jadi, program yang saya buat untuk kegiatan ini saya namai dengan “Cerita Sore” karena kegiatannya di sore hari. Rangakaian kegiatan yang saya lakukan adalah bercerita, senam, bermain, berkreasi, dan bereksperimen.

Pertama kali melaksanakan kegiatan, hanya ada lima anak saja. Lalu pada kegiatan ke dua hanya ada dua anak saja. Awalnya pesimis. Namun saya tetap harus semangat untuk melakukan perubahan. Akhirnya saya meminta kepada anak-anak untuk membantu saya menyebarkan informasi kepada teman-teman mereka agar mau mengikuti kegiatan Rute Cerdas ini.

Alhamdulillah anak yang ikut kegiatan ini bertambah menjadi 10 bahkan pernah sampai 20 anak yang hadir. Walau pun hanya di teras rumah, saya tetap memaksimal kegiatan tersebut agar anak senang mengikuti kegiatannya. Alhamdulillah, kegiatan yang saya laksanakan direspon baik oleh anak-anak, bahkan selalu bertanya kapan akan dilaksanakan kembali. Rasanya bahagia sekali, anak-anak bertanya kepada saya, kapan lagi cerita sore dilakukan.

Kebahagiaan yang saya lakukan semata hanya untuk berikan ruang yang menyenangkan kepada anak. Setiap perjalanan yang saya lalui bersama Rute Cerdas, dan menjadi relawan literasi di mana pun selalu berikan pelajaran dan ilmu baru. Bahkan dengan menjadinya relawan di Rute Cerdas, saya bisa bertemu dengan teman-teman yang memiliki visi-misi yang sama, dan bertemu dengan orang-orang yang hebat dari luar daerah Sumatera Utara. Hal sseperti itu aja sudah membuat saya sangat bahagia sekali. Apalagi ada perubahan yang hadir dari anak-anak yang belajar bersama saya.  

Saya sangat berharap sekali, semoga Rute Cerdas tetap mengudara di sepanjang perjalanan zaman. Kemudian, Rute Cerdas juga memiliki ruang yang tetap, kokoh, dan nyaman. Selain itu, Rute Cerdas juga memiliki koleksi buku cerita anak yang cukup banyak, sehingga bahan baca anak semakin bertambah. Saat ini, saya sedang berusaha dan mencoba untuk tetap bertindak. Semoga semua yang diharapkan dapat terwujud. Semoga Rute Cerdas selalu menjadi ruang kebahagiaan bagi anak-anak dan masyarakat.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HANYA MENULIS, BISA MENGHASILKAN UANG

Apakah menulis itu pekerjaan yang rumit? Tentu tidak. Sejatinya, menulis adalah pekerjaan yang mudah. Asal dilakukan dengan setiap hari. Sering sekali orang bertanya, bagaimana cara menulis? Jawabannya ada pada diri sendiri. Maka, tulislah apa yang sedang dipikirkan. Gampangkan? Jadi mulailah menulis. Taukah Anda kalau menulis bisa menghasilkan uang? Memang banyak orang yang tidak percaya kalau menulis bisa menghasilkan uang. Selama ini orang beranggapan kalau menulis hanya untuk hobi saja. Tapi dari hobi menulis itu, kita bisa mendapatkan uang. Buktinya apa? Salah satunya adalah seorang penulis dari Indonesia, yaitu Andrea Hirata, penulis buku Laskar Pelangi. Andrea Hirata menjual bukunya lebih dari 600.000 copy exp dengan total keuntungan lebih dari Rp 3,6 miliar. Mau seperti Andrea Hirata? Kamu bisa ikuti tips di bawah ini bagaimana membuat tulisan bisa menghasilkan uang. Menulis di Media Masa adalah salah satu cara yang sering dilakukan untuk membuat tulisan bisa menghasilkan u...

AKU INGIN MENULIS

Aku ingin menulis sesuatu yang ada di kepala aku. Namun rasa malas ini telah merajai diriku hingga tidak jadi menuliskan sesuatu. Aku juga sudah punya niat dan target kalau aku ingin memiliki satu buku dalam sejarah perjalanan hidupku. Namun selalu gagal. Padahal aku sering mengikuti pelatihan menulis. Tapi masih saja aku belum mampu untuk menulis.   Pada hari Sabtu, 27 Januari 2024 aku memaksakan diri untuk menuliskan sesuatu yang aku pikirkan. Aku akan menyelesaikan segala pikiran ini dengan menuliskannya. Menulis merupakan salah satu kegiatan menenangkan yang bisa membantu menyalurkan pikiran dan ide-ide yang ada di otak. Berikut ini manfaat menulis bagi kesehatan yang dilansir dari Momsmoney.id : Menjaga memori . Menulis yang dilakukan secara rutin bisa berguna untuk membantu menjaga kesehatan otak dan memori. Menulis yang menjadi kesehatan bisa membuat seseorang untuk tidak mudah menjadi pikun karena memori yang terkikis oleh umur. Melatih fokus. Menulis mampu melati...

Relima Sebagai Jembatan Penyala Harapan

Relima Sebagai Jembatan Penyala Harapan  Oleh Mawardah Selalu ada cara untuk menghidupkan harapan yang hampir padam. Layaknya lentera yang mana perlu terhubung dengan daya listrik agar cahayanya terus bersinar di permukaan, begitu pula dengan akal yang perlu diasah agar tajamnya membelah kefakiran pikir. Hingga tumbuhlah seribu ide inspiratif yang membawa perubahan demi kelangsungan hidup yang adil. Lewat literasi, peradaban kehidupan akan semakin bertumbuh dan berkembang kepada semua orang. Literasi membaca dan menulis membuka jalan menuju peradaban yang membawa perubahan karakter, meningkatkan kecakapan komunikasi dan daya pikir. Literasi yang inklusif merupakan program literasi yang memberikan hak yang sama kepada semua orang untuk belajar, memahamai, dan menggunakan informasi untuk meningkatkan kualitas hidup. Saat ini, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia telah memberikan bantuan untuk peningkatan literasi di Kota Medan. Ada 31 penerima bantuan berupa 1000 bahan bacaan ber...