Aku ingin
menulis sesuatu yang ada di kepala aku. Namun rasa malas ini telah merajai
diriku hingga tidak jadi menuliskan sesuatu. Aku juga sudah punya niat dan
target kalau aku ingin memiliki satu buku dalam sejarah perjalanan hidupku. Namun
selalu gagal. Padahal aku sering mengikuti pelatihan menulis. Tapi masih saja
aku belum mampu untuk menulis.
Pada
hari Sabtu, 27 Januari 2024 aku memaksakan diri untuk menuliskan sesuatu yang
aku pikirkan. Aku akan menyelesaikan segala pikiran ini dengan menuliskannya. Menulis
merupakan salah satu kegiatan menenangkan yang bisa membantu menyalurkan
pikiran dan ide-ide yang ada di otak. Berikut ini manfaat menulis bagi
kesehatan yang dilansir dari Momsmoney.id :
Menjaga
memori. Menulis yang
dilakukan secara rutin bisa berguna untuk membantu menjaga kesehatan otak dan
memori. Menulis yang menjadi kesehatan bisa membuat seseorang untuk tidak mudah
menjadi pikun karena memori yang terkikis oleh umur.
Melatih
fokus. Menulis mampu melatih
fokus untuk menuangkan ide dan pikiran pada tulisan akan lebih difokuskan
daripada berkutat dengan teknologi modern
yang bisa membuat pikiran bercabang.
Melatih
imajinasi. Menulis tak hanya
tentang menyampaikan isi dalam pikiran. Terkadang pikiran dan imajinasi juga
diperlukan dalam menulis. Sehingga rutin menulis bisa membuat imajinasi menjadi
lebih berkembang. Terutama dalam mengembangkan cerita ataupun ide yang penuh
dengan imajinasi.
Self
Healing. Bukan hanya liburan
yang bisa dimanfaatkan untuk merasakan self healing. Menulis juga dipercaya
secara ilmiah memiliki manfaat yang baik untuk self healing. Melansir dari laman
Sparing Mind, manfaat ilmiah dari menulis bisa membantu mengatasi trauma dengan
menuangkan isi pikiran pada tulisan. Sehingga, lama kelamaan rasa trauma yang
terpendam bisa terasa lebih ringan.
Setiap
tahun aku selalu merencanakan bahwa aku akan menyelesaikan satu buku. Tapi tahun
berlalu, aku juga masih gagal dalam menyelesaikan satu buku. Aku sangat kagum
dengan teman-teman yang terus menuliskan pengetahuan lewat tulisan, baik fiksi
atau nonfiksi. Katanya kalau mau menulis, awali saja tulisan itu dari
kegelisahan yang dirasakan. Tapi tulislah dengan konsisten.
Aku kadang
berpikir, kenapa kalau aku menonton status di IG atau di FB aku bisa menghabiskan
waktu untuk scroll sampai berjam-jam. Tapi aku bersyukur hari ini aku
bisa memaksakan diriku untuk menulis. Aku sadar tulisan ini kurang baik dan
kuran bermanfaat tapi ini adalah upayaku untuk kembali menulis.

Komentar
Posting Komentar