Langsung ke konten utama

Relima Sebagai Jembatan Penyala Harapan


Relima Sebagai Jembatan Penyala Harapan 

Oleh Mawardah


Selalu ada cara untuk menghidupkan harapan yang hampir padam. Layaknya lentera yang mana perlu terhubung dengan daya listrik agar cahayanya terus bersinar di permukaan, begitu pula dengan akal yang perlu diasah agar tajamnya membelah kefakiran pikir. Hingga tumbuhlah seribu ide inspiratif yang membawa perubahan demi kelangsungan hidup yang adil. Lewat literasi, peradaban kehidupan akan semakin bertumbuh dan berkembang kepada semua orang.

Literasi membaca dan menulis membuka jalan menuju peradaban yang membawa perubahan karakter, meningkatkan kecakapan komunikasi dan daya pikir. Literasi yang inklusif merupakan program literasi yang memberikan hak yang sama kepada semua orang untuk belajar, memahamai, dan menggunakan informasi untuk meningkatkan kualitas hidup. Saat ini, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia telah memberikan bantuan untuk peningkatan literasi di Kota Medan. Ada 31 penerima bantuan berupa 1000 bahan bacaan bermutu dan 1 rak yang diperuntukan untuk  Kelurahan, TBM (Taman Bacaan Masyarakat.) dan Rumah Ibadah tahun 2025. Selain itu ada juga bantuan untuk instansi atau kelembagaan seperti Lembaga Pembinaan Masyarakat, Pesantren, Komunitas, dan lainnya pada tahun-tahun sebelumnya.

Lewat upaya yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional RI tentu menjadi kesadaran bersama untuk bergerak agar dapat berdampak bagi masyarakat. Tentunya bukan hanya sekadar penyediaan layanan, tetapi perlu adanya aktivitas agar penguatan literasi bagi diri manusia bisa berdampak dan berlanjut. Maka Relima hadir sebagai jembatan untuk penyala harapan bagi yang ingin bergerak bersama. Relima adalah Relawan Literasi Masyarakat yang bertugas sebagai fasilitator dalam peningkatan literasi di daerah. Selain itu menjadi jembatan untuk melakukan advokasi kepada pihak instansi, lembaga, dan komunitas untuk menjalin kolaborasi. Sebab jalannya literasi ini jangan sendiri, agar kebahagiaannya bisa dirasakan bersama.

Literasi Baca Tulis

Hasil penelitian yang bisa diakses secara bebas lewat internet, memberikan renungan tentang nilai literasi di Indonesia. Hal ini perlu disadari bersama. Saya sebagai Relima Lokus Kota Medan tentunya sangat mendukung perlu adanya peningkatan literasi secara signifikan. Aktivitas literasi yang sering dilakukan yaitu membaca buku. Aktivitas literasi bukan sekadar membaca buku saja, namun bagaimana yang dibacanya dapat dikelola serta diaplikasikan dalam kehidupan.

Sementara kegiatan yang sering dilakukan yaitu membaca, tanpa ada implementasi yang berdampak bagi anak. Literas Baca Tulis merupakan aktivitas yang sederhana dan memiliki banyak makna. Salah satu yang saya lakukan selama menjadi Relima yaitu membacakan buku pada anak dengan metode  read aloud, mendongeng, dan menulis kreatif. Ternyata itu berikan dampak yang menarik bagi anak untuk selalu ingin hadir ke TBM (Taman Bacaan Masyarakat).

Salah perpustakaan umum yang saya kunjungi yaitu Teras Baca Agmarani. Lewat membaca nyarig atau read aloud anak-anak menyimak dengan antusias. Lewat kegiatan membaca nyaring, tidak hanya anak sebagai pendengar tetapi sebagai pembaca. Hasilnya anak-anak tidak lagi membacakan buku dengan datar, tetapi memiliki variasi menarik lewat suara, eksperesi, nada dan intonasinya. Sehingga keterampilan anak semakin terasah.


Selain itu, anak-anak juga diajarkan mendongeng untuk meningkatkan imajinasi, kreativitas, komunikasi, percaya diri, dan keterampilan berbahasa. Selama sesi pelatihan, anak terlihat sangat antusias. Apalagi lewat media topeng yang digunakan sebagai awal mendongeng. Anak pun menjadi semakin terampil dalam mendongeng. Jika keterampilan dongeng ditingkatkan, maka akan banyak anak yang semakin cerdas. Maka dengan hadirnya perpustakaan kelurahan, TBM, dan rumah ibadah ditengah masyarakat dapat meningkatkan nilai literasi Indonesia. Hal yang paling penting dari sebuah perpustakaan yaitu dampingan dari fasilitator dalam melakukan kegiatan bersama anak. Sehingga anak-anak akan selalu hadir di perpustakaan, karena adanya kegiatan yang menyenangkan. Jika tidak ada dampingan maka anak-anak akan pulang, dan tidak akan hadir ke TBM karena kegiatannya membosankan.

Hal itu yang menjadi jawaban saya dari Kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Perpustakaan dengan mengundang para Lurah di Kota Medan yang telah mendapatkan bantuan bahan bacaan bermutu. Saya sebagai pemateri menjelaskan tentang aktivitas literasi yang menyenangkan dengan modal yang minim. Salah satunya yaitu membaca nyaring.



Tentu dalam meningkatkan literasi di Kota Medan tidaklah mudah. Semuanya perlu upaya-upaya yang kreatif dalam menyadarkan bahwa literasi ini penting untuk dilakukan di masyarakat, sekolah dan di keluarga. Tentu akan banyak rintangan yang dilalui. Meski begitu, saya yakin bahwa jalan kebaikan ini pasti akan dipertemukan dengan orang yang baik. Walau kadangkala perlu waktu dan langkah yang panjang, pasti akan dipertemukan. Kuncinya sadar, berbuat, dan terus berbuat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HANYA MENULIS, BISA MENGHASILKAN UANG

Apakah menulis itu pekerjaan yang rumit? Tentu tidak. Sejatinya, menulis adalah pekerjaan yang mudah. Asal dilakukan dengan setiap hari. Sering sekali orang bertanya, bagaimana cara menulis? Jawabannya ada pada diri sendiri. Maka, tulislah apa yang sedang dipikirkan. Gampangkan? Jadi mulailah menulis. Taukah Anda kalau menulis bisa menghasilkan uang? Memang banyak orang yang tidak percaya kalau menulis bisa menghasilkan uang. Selama ini orang beranggapan kalau menulis hanya untuk hobi saja. Tapi dari hobi menulis itu, kita bisa mendapatkan uang. Buktinya apa? Salah satunya adalah seorang penulis dari Indonesia, yaitu Andrea Hirata, penulis buku Laskar Pelangi. Andrea Hirata menjual bukunya lebih dari 600.000 copy exp dengan total keuntungan lebih dari Rp 3,6 miliar. Mau seperti Andrea Hirata? Kamu bisa ikuti tips di bawah ini bagaimana membuat tulisan bisa menghasilkan uang. Menulis di Media Masa adalah salah satu cara yang sering dilakukan untuk membuat tulisan bisa menghasilkan u...

AKU INGIN MENULIS

Aku ingin menulis sesuatu yang ada di kepala aku. Namun rasa malas ini telah merajai diriku hingga tidak jadi menuliskan sesuatu. Aku juga sudah punya niat dan target kalau aku ingin memiliki satu buku dalam sejarah perjalanan hidupku. Namun selalu gagal. Padahal aku sering mengikuti pelatihan menulis. Tapi masih saja aku belum mampu untuk menulis.   Pada hari Sabtu, 27 Januari 2024 aku memaksakan diri untuk menuliskan sesuatu yang aku pikirkan. Aku akan menyelesaikan segala pikiran ini dengan menuliskannya. Menulis merupakan salah satu kegiatan menenangkan yang bisa membantu menyalurkan pikiran dan ide-ide yang ada di otak. Berikut ini manfaat menulis bagi kesehatan yang dilansir dari Momsmoney.id : Menjaga memori . Menulis yang dilakukan secara rutin bisa berguna untuk membantu menjaga kesehatan otak dan memori. Menulis yang menjadi kesehatan bisa membuat seseorang untuk tidak mudah menjadi pikun karena memori yang terkikis oleh umur. Melatih fokus. Menulis mampu melati...